Translate

Rabu, 02 Juli 2014

UN = Ujian Neraka

UN adalah Ujian akhir dari negara untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. UN sendiri sejak ada dari tahun 1965 dengan nama ujian negara dengan hampir seluruh mata pelajaran pada saat itu dan semua jenjang sekolah. Lalu, pada tahun 1972 ujian negara ditiadakan dengan diganti menjadi ujian sekolah. Dimana setiap sekolah mengadakan sendiri ujiannya. Tahun 1980 hadir EBTANAS atau evaluasi belajar tahap akhir nasional. Pada tahun 2000 EBTANAS diganti menjadi UNAS atau ujian nasional yang menjadi standar kelulusan siswa dari raport semester dan nilai murni UNAS. pada tahun 2010 sampai sekarang diganti menjadi UN atau ujian nasional. (dikutip dari: http://buku-on-line.com/tentang-un-di-indonesia)
Tujuan UN sendiri adalah untuk standararisasi siswa secara nasional. Kemampuan siswa di Indonesia ini sangat beragam. Dan kualitas pendidikan di Indonesia sendiri fasilitasnya tidak merata. Mengapa harus di standar kan apabila kualitasnya sendiri belum merata?
Standar kelulusan sendiri seharusnya didapat setelah semua daerah di Indonesia sudah merata. Tidak ada lagi yang tertinggal baru standar kelulusan dibuat. Karena jika masih tidak merata nilai UN sendiri akan condong lebih besar kepada daerah yang baik kualitas pendidikannya. Karena yang tau layak tidaknya seseorang lulus sekolah adalah guru yang mengajarnya, yang turun langsung melihat peserta didiknya. Bukan pemerintah yang menentukan standar kelulusan sekolah.
Di kota - kota besar sendiri sekolah menyediakan berbagai fasilitas wifi, ruangan yang nyaman dan pengajar yang bermutu. Berbeda dengan teman - teman kita yang berada di daerah terpencil, mereka harus bersusah payah menuju sekolah mereka untuk menimba ilmu. Sementara, kita hanya bermain - main di sekolah dan menikmati fasilitasnya dengan seenaknya. (termasuk penulis)
Dampak psikologi negatif dari UN sendiri sangat banyak. Dari siswa yang tertekan yang mengakibatkan Stress akan UN, Metode belajar yang padat membuat siswa tidak bisa berisitirahat dan menenangkan diri, dan untuk siswa yang intelijen nya sedang dan rendah menjadi gundah karena tidak percaya diri menghadapi UN. Dari dampak negatif ini akan ada dampak jangka panjang yang berdampak pada penurunan mental karena nilai UN yang rendah. Seolah - olah IQ siswa sendiri tidak berpengaruh pada UN karena hasil yang di raih sangat bergantung pada keberuntungan dari siswa itu sendiri. Terkadang orang yang biasanya juara kelas akan terjatuh Nilainya, dan yang di pandang sebelah mata bisa mendapat nilai terbaik
Untuk standar kelulusan siswa sendiri gue merasa tidak setuju dengan UN. Karena, kemampuan setiap orang itu berbeda - beda. Tidak harus pintar di IPA., IPS, Bahasa, dan Matematika. Dan nantinya semoga pemerataan pendidikan di Indonesia merata dan tidak ada lagi siswa yang bunuh diri karena UN. See ya!
"Education is not about learning facts, but training of the mind to think" Albert einstein






Tidak ada komentar:

Posting Komentar