Dari hal itu gue mendapat pelajaran penting "Apa keunggulan saya dan apa kelemahan saya" jika kita tau apa keunggulan kita dari yang lain kita harus terus mengasah kemampuan kita itu agar menutupi kelemahan kita. Misalnya, Dika mempunyai kemampuan di dalam mata pelajaran bahasa. Ia harus terus mempelajarinya agar kelemahannya di bidang lain tertutupi. Bukan tidak mungkin juga ia suatu saat akan sukses di dalam bidangnya. Di umur sekarang ini gue memfokuskan diri pada hal - hal yang bisa membantu kemampuan dan kelebihan gue nantinya di masa yang akan datang.
Dan untuk sekarang juga kegiatan atau hobi kita yang mendukung kemampuan kita harus ditingkatkan dan mengurangi waktu untuk main - main. Walaupun, bermain itu sangat penting untuk kita karena otak kita butuh penyegaran dan dengan bermain otak kita menjadi segar lagi karena dengan bermain kita menjadi lebih lepas.
Dan peluang kita dalam bidang itupun harus juga disertai dengan support. Support sangat penting apalagi dari orang tua dan orang - orang terdekat. Orang tua modern harus mendukung potensi anaknya bukan malah memaksakan apa yang diinginkannya suatu saat kepada anak itu. Tentunya orang - orang terdekat seperti teman harus mendukung juga maupun disaat kita gagal maupun sedang sukses. Disaat gagal dukungan yang berupa motivasi dan menyuntikan kepercayaan diri sangatlah dibutuhkan agar kita belajar dan berjuang lebih baik lagi. Dan disaat sukses dukungan juga berupa pembelajaran bahwa suatu saat roda akan berputar dan tidak akan selalu ada di atas terkadang hidup ada juga dibawah.
Dari tulisan ini gue merenung dan kita juga harus tetap tegak untuk menyongsong masa depan yang kita inginkan dan kita tidak boleh terlena dengan harta orang tua kita. Karena, harta orang tua kita itu hasil kerja keras dan perjuangan orang tua kita untuk diri kita sendiri.
"Keinginan saya untuk sukses lebih besar daripada ketakutan saya untuk gagal"Pandji
Tidak ada komentar:
Posting Komentar