Translate

Kamis, 19 Juni 2014

Kematian Bukanlah Akhir Dari Segalanya

Kematian bukanlah sebuah jalan keluar dari permasalahan. Kematian adalah sebuah transisi kehidupan yang tadi nya ada di alam dunia ke alam kubur lalu ke akhirat (maap kalo salah, bukan ustadz). Dan sumpah gue paling sebel sama anak anak seuisia gue yang pengen mati. seberat apapun masalah pasti ada jalan keluarnya, lagi pula kalo kamu mati dengan cara mengakhiri hidup kamu sendiri akan sia-sia. Dan setelah usut punya usut permasalahannya pun sepele banget. Karena "Cinta Monyet" nya lu, karena terlalu di kekang dan lain lain. Kalo lu dikekang orang tua kamu jangan bersedih, Mungkin ortu kita hanya lebih Over Protective dan menurut gue juga lu harusnya bangga, karena ortu kita masih peduli dengan kita supaya kita tidak terjerat hal negatif (gue juga terjerat *biar ga disangka munafik sih). Dan jujur ortu gue apalagi Ibu sangat  Over Protective dan gue pun mengambil sisi positifnya "Mungkin Ia ketakutan dengan cara bergaul anak seusia gue pada zaman edan ini" so, ngapain minder kalo punya ortu yang mengekang? it's many positive things than a negative side. Kalo soal cinta mengapa sampe mau mati? udah banyak pahala? udah pasti masuk surga? engga kan. Itukan masih "cinta monyet" belum sampe cinta yang sejati dan sampe mati kayak lagu the virgin kan haha ( RASA INI SUNGGUH TAK WAJAR NAMUN KUINGIN TETAP BERSAMA DIA UNTUK SELAMANYA~) . 
Wafat. arti kata wafat ini adalah "Sempurna" (kalo gak salah *bukan ustadz) ya kematian menurut gue adalah kesempurnaan so seorang manusia bisa dikatakan sempurna apabila ia mati dalam keadaan yang "khusnul khotimah" dan warisannya banyak :( . Jika lu mati dalam keadaan bunuh diri, apalagi gak beriman tu malaikat gabakal nanya sama lu langsung aja siksa kali ya? (iya) . So, kesimpulan gue hari ini adalah 
"Seberat apapun masalah yang anda hadapi, hadapilah itu jalan Tuhan. Karena pasti Tuhan punya skenario lain." (Rachman)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar